Select Page

Bagi para peserta travel umroh Bekasi, mempersiapkan diri sebelum melaksanakan ibadah tersebut merupakan hal yang penting. Persiapan tersebut di antaranya adalah mencari tahu hal-hal yang perlu disiapkan dan mengetahui hal-hal yang boleh maupun tidak boleh dilakukan. Selama ini, masih saja terjadi kesalahan yang sering ditemukan pada jamaah umroh wanita. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering terjadi pada jemaah umroh perempuan dan perlu diketahui agar dapat menghindari kesalahan tersebut.

Menganggap Ihram Sebagai Penutup Kepala

Beberapa muslimah belum memahami arti istilah ihram yang sebenarnya sehingga mereka beranggapan bahwa ihram merupakan topi yang dipasang di kepala. Hasilnya kebanyakan para muslimah tidak melepaskan ihram di kepala dalam keadaan apapun dan merasa khawatir jika melepasnya ibadah mereka menjadi tidak sempurna. 

Baca Juga :

 

Anggapan seperti ini tentu tidak benar. Bagi perempuan, ihram merupakan pakaian biasa sebagai penutup seluruh anggota badan kecuali telapak tangan dan wajah. Ihram menutup pergelangan tangan sampai ke ujung jari-jarinya. Ihram memiliki arti niat untuk melaksanakan umroh atau haji di tanah suci Mekah.

Dengan mengenakan ihram pada travel umroh Bekasi, ini berarti seseorang sudah mulai masuk mengerjakan rangkaian ibadah umroh atau haji. Oleh sebab itu para ulama beranggapan bahwa Anda dapat mengubah ihram Anda yang berarti pakaian dan diijinkan untuk mencucinya saat kotor. Berganti ihram sama sekali tidak berpengaruh terhadap ihram atau niat berhaji orang tadi.

Sangat Takut Ketika Rambut Rontok

Sebenarnya ketakutan ini disebabkan karena setiap umat muslim baik laki-laki atau perempuan yang sedang menunaikan ibadah umroh maupun haji di Baitullah serta dalam keadaan ihram tidak diperkenankan sama sekali untuk mencabut, menanggalkan, dan mengetik rambut dan kuku secara sengaja. Perempuan biasanya sangat takut terhadap larangan ini. Bahkan karena rasa takut yang berlebihan, mereka tidak melepaskan jilbab di antara sesama jemaah perempuan dan tidak melepas jilbab saat mengambil wudhu.

Hal seperti ini sebenarnya adalah tipu daya setan. Pertimbangkan baik-baik, bila Anda tidak melakukan wudhu dengan benar, tentu ibadah tidak akan diterima dan tawaf pun belum tetntu dianggap sah. Apakah Allah SWT akan menolak ibadah Anda hanya karena tidak sengaja menjatuhkan rambut? Ingat, Allah adalah Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Larangan ini berlaku jika dilakukan secara sengaja.

Hanya Seseorang di Luar Ihram yang Diperbolehkan Memotong Rambut

Tidak sedikit wanita yang beranggapan bahwa orang yang tidak diihram boleh memotong rambutnya setelah semua ritual usai dan menolak untuk memotong rambut sendiri agar dapat keluar dari ihram. Mereka juga tidak mengijinkan saudara perempuan lainnya yang belum keluar ihram untuk memotong rambutnya. Hal ini adalah pendapat yang keliru. Seorang perempuan diijinkan untuk meemotong rambut sendiri agar dapat keluar dari ihram. Rasullulah SAW memerintahkan sahabatnya saat berakhirnya haji untuk memotong rambutnya sendiri kemudian keluar dari ihram.

Tidak Pergi ke Muzdalifah atau Jamarat

Beberapa jemaah haji mendelegasikan pada jemaah haji lain agar melakukan lempar Jumroh atas nama orang lain tanpa alasan yang jelas karena alasan takut berdesak-desakan atau takut keramaian. Mereka tidak mengerti pentingnya melakukan lempar jumroh secara mandiri. Padahal Allah telah memberikan kesehatan berupa energi yang cukup untuk melakukan jumroh. Kebanyakan jemaah masih energik, muda, dan mampu melakukan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari tetapi saat datang ke Jamarat tiba-tiba menjadi ‘lemah’ padahal hanya sekedar untuk melempar kerikil.

Berkerumun Dengan Jemaah Laki-laki

Para jemaah wanita patut waspada ketika berkerumun dengan jemaah laki-laki dalam semua tahap ibadah umroh misalnya saat mencium batu Hajar Aswad, Thawaf, selama Sa’i, atau saat melempar jumroh. Sebaiknya pilihlah waktu yang aman serta kondisi yang tidak terlalu ramai. Menyentuh batu Hajar Aswad merupakan sunnah yang indah tetapi perlu diingat bahwa itu adalah sunnah. Melindungi diri dari kontak dengan laki-laki yang bukan mahram adalah fardhu.

Demikian beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh jamaah wanita saat umroh. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan di atas, Anda tentu dapat menghindarinya saat mengikuti travel umroh Bekasi atau mengingatkan jamaah perempuan lainnya agar tidak melakukan kesalahan tersebut.

 

Haji dan Umroh Travel :